PASURUAN, Pena realitas — Ada yang beda di Gedung ITC UNU Pasuruan pada 5–7 Januari 2026 kemarin. Ruang yang biasanya formal, mendadak disulap menjadi galeri estetik penuh warna dan gagasan. Itulah PKL Expo “Kaleidoskop”, sebuah panggung bagi mahasiswa DKV UNU Pasuruan untuk memamerkan hasil "bertapa" mereka selama masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Bukan sekadar pamer portofolio cantik, pameran ini jadi bukti kalau anak DKV nggak cuma jago main software, tapi juga bisa survive di kerasnya industri kreatif.
Acara dibuka dengan Tari Serpang yang bikin suasana langsung cair dan penuh energi. Ketua Panitia pun nggak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas kolaborasi solid tim yang sudah bikin acara ini running tanpa error.
Kaprodi DKV, Kharisma Nanda Zenmira, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi buat kolaborasi angkatan 2022 dan 2023.
"saya berharap PKL Expo dapat menjadi referensi dan bahan evaluasi bagi adik tingkat, sekaligus menjadi penyemangat bagi angkatan 2022 yang tengah memasuki tahap akhir perkuliahan," tuturnya.
Dekan FIKOM, Senjaya Machfudi Zulkifli, juga ngasih pesan yang cukup menohok soal mentalitas desainer. Menurut beliau, PKL adalah momen pendewasaan di mana mahasiswa belajar kalau desain itu punya tanggung jawab sosial dan harus bisa jadi solusi buat masyarakat.
Karya-karya yang dipajang adalah bukti kalau mahasiswa DKV UNU Pasuruan itu adaptif, apalagi lewat kolaborasi bareng IMC yang bikin karya mereka lebih ber-impact.
Wakil rektor 3 Amidatus Sholihat Jamil menambahkan
"pentingnya pameran sebagai sarana publikasi karya agar dapat dikenal dan diapresiasi oleh khalayak yang lebih luas,"ujarnya
Setelah sambutan dari Wakil Rektor III, pita pun dipotong tanda "Kaleidoskop" resmi bisa dinikmati publik.
Biar nggak cuma cuci mata, pengunjung juga disuguhi konten "daging" lewat seminar bareng para praktisi. Ada Khirzan Ulinnuha Lathigeni (Dosen DKV BINUS Malang) yang bedah tuntas cara menyisipkan filosofi Nusantara ke dalam visual modern. Ada juga desainer Salman yang sharing soal realita dunia grafis dan ilustrasi.
Suasana makin pecah dengan aksi teatrikal dari Gerbang Wetan SMKN 1 Grati serta live music dari Band Remaja Gawat dan Gazebo Band yang bikin vibes pameran makin asyik buat nongkrong lama-lama.
Lewat “Kaleidoskop”, mahasiswa DKV membuktikan kalau proses itu nggak ada yang instan. Dari brainstorming yang bikin pusing sampai revisi yang nggak habis-habis, semuanya terbayar lunas di sini. Mereka nggak cuma bawa pulang sertifikat PKL, tapi juga kesiapan mental buat terjun ke dunia profesional yang sesungguhnya.
Penulis: Waisul Quroni



0 Komentar