Ticker

6/recent/ticker-posts

Aliansi UNU Pasuruan Kecam Dugaan Kekerasan Oknum Brimob, Moch Nailul Kirom: "Polisi Harusnya Melindungi, Bukan Membunuh

PASURUAN – PENA REALITAS Aliansi Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bereaksi keras atas dugaan tindakan kekerasan oleh oknum anggota Brimob yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Mewakili aliansi mahasiswa unu, Moch Nailul Kirom, aliansi ini menuntut transparansi hukum dan evaluasi total di tubuh institusi Polri.


Kritik Terhadap Profesionalisme Aparat

Nailul Kirom menegaskan bahwa fungsi utama Polri adalah sebagai pelindung rakyat. Ia menyayangkan jika senjata yang dibiayai oleh pajak masyarakat justru digunakan untuk tindakan represif yang berujung maut.

"Kami sangat menyayangkan insiden ini. Polisi seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan rasa aman. Ini adalah bentuk kegagalan dalam menjalankan protap keamanan yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum," ujar Nailul Kirom.

Ajakan untuk Mahasiswa : "Jangan Abai Isu Lokal dan Nasional"

Di tengah aksi protes tersebut, Nailul Kirom juga memberikan pesan kuat kepada seluruh mahasiswa UNU Pasuruan. Ia menekankan bahwa peran mahasiswa tidak boleh terbatas pada bangku kuliah saja, melainkan harus hadir sebagai penyambung lidah rakyat.

"Saya mengajak rekan-rekan mahasiswa UNU Pasuruan untuk lebih peka. Kita punya tanggung jawab moral dan intelektual. Jangan hanya diam ketika ada ketidakadilan, baik itu isu di tingkat lokal Pasuruan maupun isu nasional," tegasnya.

Menurutnya, kepekaan terhadap isu sosial adalah jati diri mahasiswa sebagai agen perubahan. "Mahasiswa adalah kontrol sosial. Jika kita abai terhadap isu-isu kemanusiaan seperti ini, maka kita telah gagal menjalankan tanggung jawab kita kepada masyarakat," tambah Kirom.

Aliansi mahasiswa UNU menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas guna memastikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar